Selasa, 19 Juni 2012

Jawaban Ipa


TUGAS


O
L
E
H
NAMA : RARAN HALUBANGGA
KELAS :  XI TKJ A
ISI : JAWABAN SINGKAT,ESSAY,PERBAIKAN DAN PENGAYAAN
MATERI : SEMUA BAB DALAM MODUL ILMU PENGETAHUAN ALAM


SMK NEGERI I SUWAWA
T.P. 2011-2012




JAWABAN  IPA
ULANGAN HARIAN PAKET 1
Isian Singkat
Tidak dapat di uraikan oleh mikroogranisme pengurai.
Polutan

BOD adalah jumlah oksigen yang di butuhkan oleh makhluk hidup di dalam air untuk kebutuhan respirasinya.
COD adalah kebutuhan oksigen kimia untuk reaksi oksidasi terhadap bahan di dalam air.
Efek rumah kaca dapat menimbulkan pemanasan global sedangkan pemanasan global di karenakan oleh tinggihnya polusi udara yang dialami oleh bumi.
Menyebabkan efek rumah kaca dan juga menyebabkan munculnya berbagai jenis penyakit seperti sesak nafas,sakit kepala,pusing,nafas pendek,otot lemah,mengantuk,dan telinga mendengung.
Gangguan kesehatan seperti nafas pendek,sakit kepala,pusing-pusing,melemahkan penglihatan dan pendengaran,dan apabila keracunan berat dapat menyebabkan pingsan dan kematian
Limbah padat.
 Limbah atau pemcemaran.
Essay
Dampak dari eutrofikasi : anoxia(tidak tersedianya oksigen)yang dapat membunuh ikan dan invertebrata lain yang juga dapat memicu terlepasnya gas2 bebahaya yang tidak di inginkan,algal blooms dan tidak terkontrolnya pertumbuhan tumbuhan akuataik yang lain, Produksi substansi beracun oleh beberapa spesies blue-green algae.
Cairan dari limbah-limbah yang masuk ke sungai akan mencemarkan airnya sehingga mengandung virus-virus penyakit.selain mencemari air,pengaruh limbah di salurun perairan dapat mengganggu saluran sehingga menyebabkan banjir.Sampah yang masuk ke saluran perairan menyebabkan jalur air tersumbat,sehingga itu air sungai yang besar dapat menyebar kemana-mana.
Gangguan kesehatan oleh bahan kimia toksik :
Menyebabkan cedera jika bersentuhan dengan kulit.
Menyerang organ dalam tubuh jika masuk melalui mulut.
Menyebabkan karsinoma, mutasi, kerusakan saraf, dan sirosis hati.
Gangguan neorologi,gangguan terhadap fungsi ginjal
Gangguan terhadap sistem reproduksi.
Sector sandang dan kulit seperti pencucian batik,batik printing penyamakan kulit dapat mengakibatkan pencemaran karena dalam proses pencucian memerlukan air sabagai mediumnya dalam jumlah yang besar.proses ini menimbulkan air buangan (bekas proses)yang besar pula.di mana air buangan mengandung sisa-sisa warna,BOD tinggi,kadar minyak tinggi dan beracun (mengandung limbah B3 yang tinggi)
Bahan-bahan pencemar yang mungkin dihasilakan dalam industry besi dan logam ;
Suara bising yang sangat keras(pencemaran udara),asap tebal,buangan pabrik seperti mesin bubut,cor logam,sisa-sisa larutan kimia untuk penguraian besi/baja serta hasil sisa pembersihan plat logam ataupun besi.
Perbaikan
Efek rumah kaca yang di tingkatkan maksudnya adalah terjadi peningkatan gas rumah kaca yang berasal dari pencemaran udara.gas rumah kaca yang ditingkatkan membuat suhu bumi meningkat.
Siklus karbon..
Jenis-jenis efek rumah kaca.
Efek rumah kaca yang alami terjadi secara alami atau murni oleh bumi dimana gas rumah kaca yang terbentuk di atmosfer terdiri atas karbon dioksida dan uap air yang terbentuk dari respirasi makhluk hidup
Efek rumah kaca yang di tingkatkan terdai karena peningkatan gas rumah kaca yang berasal dari pencemaran udara.efek rumah kaca yang di tingkatkan membuat suhu bumi semakin meningkat.
Efek rumah kaca alami atau murni adalah efek rumah kaca yang terjadi secara alami oleh bumi di mana gas rumah kaca yang terbentuk di atmosfer terdiri atas karbon dioksida dan uap air yang terbentuk dari respirasi makhluk hidup.
Sumber-sumber alami pencemaran udara : gunung berapi,rawa-rawa,kebakaran hutan,nittrifikasi dan denitrifikasi biologi.

Pengayaan
Dampak polusi udara terhadap tanaman :
Jawab : penyakit kloronis,nekrosis,dan menyebabkan bintik hitam pada daun.
Dampak hujan asam :
Jawab : mempengaruhi kualitas air permukaan,merusak tanaman,bersifat korosif sehingga merusak material dan bangunan,melarutkan logam-logam tanah sehingga merusak kesuburan tanah.
Dampak adanya pemanasan global :
Jawab : pola cuaca sulit diprediksi,perubahan iklim,lapisan es terus menerus,permukaan laut akan meningkat,gangguan ekosistem dan menimbulkan bahaya kebakaran.
Penyakit akibat polusi udara :
Jawab : terganggunya proses respirasi(pernapasan),bronchitis,asma,gangguan fungsi jantung dan ginjal serta kanker para-paru dan emfisema.
Pengaruh polusi udara dalam jangka waktu pendek :
Jawab : perawatan di rumah sakit,kunjugan ke UGD atau kunjungan rutin dokter,akibat penyakit yang terkait dangan respirasi,berkurangnya aktifitas harian karena sakit,jumlah absensi,gejala akut(batuk,sesak,infeksi saluran pernapasan),perubahan fisiologis.

ULANGAN HARIAN PAKET 2
Isian singkat
Tanah
Bersifat korosif.
CFC dan EFC
Penyakit kesehatan seperti iritasi,bronchitis dan menimbulkan fibrosis paru-paru,mengganggu pembentukan sel darah merah,dan lain-lain.
Kehilangan pendengaran
Gunung meletus,rawa-rawa,kebakaran hutan dan nitrifikasi serta nitrifikasi biologi
Menggunakan alat trasfortasi yang tidak berkepentingan,merokok,kelalaian mc yang telah membakar hutan secara sembarangan,gas buangan pabrik yang sangat tebal
Mulut,kulit,dan hidung
Perubahan cuaca yang tidak menentu,serta setiap daerah mengalami pemanasan global
Pencemaran atau limbah
Essay
BOD adalah adalah jumlah oksigen yang di butuhkan oleh makhluk hidup di dalam air untuk kebutuhan respirasinya,sedangkan COD adalah kebutuhan oksigen kimia untuk reaksi oksidasi terhadap bahan di dalam air.
Dampak terhadap tanaman
Tanaman yang tumbuh di daerah dengan tingkat pencemaran udara tinggi dapat terganggu pertumbuhannya dan rawan penyakit,antara lain
Klorosis
Nekrosis
Bintik hitam
Partikulat yang terdeposisi di permukaan tanaman dapat menghambat proses fotosintesis yang terjadi pada tumbuhan.
Efluen adalah
Sumber polutan di air :
Lingkungan indusrti,lingkungan rumah tangga,lingkungan pertanian dan lain-lain.khusus untuk lingkungan industry biasanya jenis limbah hasil cucian sandang dan batik,cucian daging,bahan kimia organic,bahan kimia anorganik,nutrient tumbuhan,dan lain-lain.
Khusus untuk linkungan rumah tangga : biasanya berasal dari sisa pembuangan deterjen rumah tangga habis mencuci kain,air limbah hasil cucian ikan untuk bahan masakan dan lain-lain
Dari lingkungan pertanian biasanya sisa dari pestisida.
Letusan gunung berapi merupakan penyebab polusi udara karena debu yang berasal dari semburan letusan gunung dapat menyebar di udara sehingga menyebabkan alam menjadi gelap dan gangguan terhadap penglihatan,begitu pun jika dihirup oleh manusia dapat menyebabkan sesak napas dan menyebakan batuk.letusan gunung berapi mengandung unsure metana yang sangat berbahaya bagi kesehan anak-anak,kerusakan fungsi jantung bahkan menyebabkan kematian.

Perbaikan
Jenis-jenis pencemaran udara :
Kegiatan manusia : transportasi,industry,pembangkit listrik,pembakaran dan gas buangan pabrik.
Jenis yang alami ; gunung berapi,rawa-rawa,kebakaran hutan,nitrifikasi dan denitrifikasi biologi.
Sumber lain : transportasi ammonia,kebocoran tangki klor,gas metana dari TPA
Uap pelarut organic.
Dampak pemanasan global
Jawab : pola cuaca sulit diprediksi,perubahan iklim,lapisan es terus menerus,permukaan laut akan meningkat,gangguan ekosistem dan menimbulkan bahaya kebakaran.
Pengaruh polusi udara dalam jangka waktu pendek :
Jawab : perawatan di rumah sakit,kunjugan ke UGD atau kunjungan rutin dokter,akibat penyakit yang terkait dangan respirasi,berkurangnya aktifitas harian karena sakit,jumlah absensi,gejala akut(batuk,sesak,infeksi saluran pernapasan),perubahan fisiologis.
Dampak terhadap tanaman
Tanaman yang tumbuh di daerah dengan tingkat pencemaran udara tinggi dapat terganggu pertumbuhannya dan rawan penyakit,antara lain
Klorosis
Nekrosis
Bintik hitam
Partikulat yang terdeposisi di permukaan tanaman dapat menghambat proses fotosintesis yang terjadi pada tumbuhan.
Solusi pecegahan pencemaran udara
Clean Air Act yang dibuat oleh pemerintah dan menambah pajak bagi industri yang melakukan pencemaran udara.
Mengembangkan teknologi yang ramah lingkungan dan dapat diperbaharui diantaranya Fuel Cell dan Solar Cell.
 Menghemat Energi yang digunakan.
 Menjaga kebersihan lingkungan tempat tinggal.
Menggunakan jenis transportasi yang ramah lingkungan
Mengurangi pemakaian bahan bakar hanya untuk keperluan tertentu.
Pengayaan
akibat dari karbon monoksida
gas CO yang terhirup dapat bereaksi dengan heamoglobin pada sel darah merah sehingga menghalangi pengangkutan okesigen yang sangat di butuhkan oleh tubuh.efek yang ditimbulkan antara lain : pusing,sakit kepala,rasa mual,ketidaksadaran atau pingsan,kerusakan otak,dan bahkan kematian.gas karbon monoksida yang di hirup dapat pula berdampak pada kulit dan menyebabkan masalah janka panjang pada penglihatan.karbon monoksida juga menyebabkan gangguan sistem saraf,gangguan panca indra,gangguan fungsi jantung dan lain sebagainya.
Sumber-sumber pencemaran udara dari kegiatan manusia : transportasi,industri,pembangkit listrik,pembakaran(perapian,kompos,furnace,insinerator dengan berbagai jenis bahan bakar),gas buang pabrik yang menghasilkan gas berbahaya seperti CFC.
Gas-gas efek rumah kaca : karbon dioksida (CO2),gas metana (CH4),nitrogen oksida,dan gas CFC (klorofluorokarbon).
Dampak dari hujan asam : pola cuaca sulit diprediksi,perubahan iklim,lapisan es terus menerus,permukaan laut akan meningkat,gangguan ekosistem dan menimbulkan bahaya kebakaran.
Faktor-faktor pencemaran tanah : limbah padat sisa-sisa buangan dari kegiatan baik yang berbentuk organik maupun anorganik,logam-logam berat yang ada dalam tanah yang sudah korosif,sisa penggunaan jenis pestisida,sisa nitrogen,fosfat,garam mineral yang tidak di butuhkan lagi.
Ulangan tengah semester
isian singkat

1.   Limbah cair
2.   limbah cair domestik
3.   polutan
4    Keracunan kronis
5 .    timbal dan metana.
6.  Merusak lapisan ozon
7.  Tanah.
8.   Pernapasa,fungsi jantung dan kanker.
9.  
10.  Limbah
Essay
limbah B3 adalah sisa suatu kegiatan yang mengandung bahan berbahaya dan beracun yang karena sifat dan konsentrasinya baik secara langsung ataupun tidakl langsung dapat merusak linkungan dan gangguan kesehatan pada manusia dan hewan.
Dampak dari blooming algae antara lain adalah :

Gas-gas efek rumah kaca : karbon dioksida (CO2),gas metana (CH4),nitrogen oksida,dan gas CFC (klorofluorokarbon).
BOD adalah jumlah oksigen yang di butuhkan oleh makhluk hidup di dalam air untuk kebutuhan respirasinya.
Dampak terhadap tanaman
Tanaman yang tumbuh di daerah dengan tingkat pencemaran udara tinggi dapat terganggu pertumbuhannya dan rawan penyakit,antara lain : Klorosis,Nekrosis,Bintik hitam.Partikulat yang terdeposisi di permukaan tanaman dapat menghambat proses fotosintesis yang terjadi pada tumbuhan.
Limbah organik adalah segala jenis limbah yang mengandung unsur karbon sehingga mudah di uraikan oleh mikroorganisme pengurai.limbah organik mudah mengurai sehingga membusuk dalam waktu yang relatif cepat.Contohnya : sisa makanan,sisa sayuran,kotoran binatang,kulit buah-buahan,kotoran manusia,dan lain sebagainya.
Merusak kesuburan tanah,membunuh organisme yang bermanfaat yang ada di dalam tanah,menyebabkan tanaman tidak matang secara menyeluruh,meningkatkan kadar biologi pada tanah sehingga tanah dapat menyebabkan kerusakan pada kesuburan tanah.
Limbah adalah sisa atau buangan dari suatu usaha dan/atau kegiatan manusia
limbah juga adalah sisa suatu kegiatan atau usaha yang dibiarkan berada di lingkungan bebas sehingga dapat mengganggu kesehatan baik dari segi kesehatan fisik maupun keshatan mental.limbah yang di biarkan di udara terbuka dapat menyebabkan gangguan pandangan penglihatan dan tidak enak untuk di pandangi dari jarak dekat maupun jauh.
Proses terjadinya efek rumah kaca
panas matahari menghangatkan permukaan bumi yang akan meradiasikanenergi ke angkasa.ada kurang lebih 30 5 radiasi matahari yang mencapai tanah di pantulkan kembali ke angkasa dan di serap oleh uap,gas karbon dioksida,nitrogen,oksigen,dan gas-gas lain di atmosfer.sisanya yang 70 % di serap oleh tanah,laut dan awan.pada malam hari tanah dan badan air itu relatif lebih hangat daripada udara di atasnya.energi yang diserap diradiasikan kembali ke atmosfer sebagai radiasi inframerah,akan tertahan oleh karbon dioksida dan uap air di atmosfer.hanya sebagian kecil akan lepas ke angkasa luar.dampak keseluruhannya adalah bahwa permukaan bumi dihangatkan oleh adanya molekul uap air,karbon dioksida,dan semacamnya.
Polusi udara jangka panjang : kematian akibat penyakit respirasi/pernapasan dan kardiovaskular,meningkatnya insiden dan prepalensi penyakit paru-paru kronik (asma,penyakit paru-paru abstruktif kronis),gangguan pertumbuhan dan perkembangan janin dan kanker.







Senin, 23 April 2012

RPP SENI BUDAYA


RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)

Nama Sekolah                         : MA HASYIM ASY’ARI
Mata Pelajaran                        : Seni Rupa
Kelas/Semester                        : X/1
Standar Kompetensi               : 1.    Mengapresiasi karya seni rupa
Kompetensi Dasar                   : 1.1. Mengidentifikasi dan mengapresiasi keunikan gagasan dan
         teknik dalam karya seni rupa terapan daerah setempat
Alokasi Waktu                        : 1 x 45 menit

A.    Tujuan Pembelajaran
siswa mampu untuk:
  • mendeskripsikan pengertian seni rupa Nusantara
  • mendeskripsikan seni rupa zaman prasejarah di Nusantara (gagasan dan teknik dalam karya seni rupa terapan di daerah setempat)
  • mendeskripsikan generalisasi, periodisasi, dan kronologi
  • mendeskripsikan seni rupa zaman Islam
  • mendeskripsikan pengaruh seni rupa Cina terhadap seni rupa di Nusantara  (arsitektur, pola wastra, dan perabot atau benda-benda rumah tangga)
  • mendeskripsikan pengaruh seni rupa Kolonial terhadap seni rupa di Nusantara (arsitektur, busana, dan perabot  rumah tangga)
  • mendeskripsikan latar belakang sosial budaya seni rupa Nusantara

B.     Materi Pembelajaran
·         Seni rupa Nusantara; serta perkembangan, sejarah, dan latar belakang sosial budayanya
·         Seni rupa zaman prasejarah
·         Seni rupa zaman Hindu-Buddha
·         Seni rupa zaman Islam
·         Seni rupa pengaruh Cina
·         Seni rupa pengaruh Kolonial
·         Latar belakang sosial budaya seni rupa Nusantara

C. Metode Pembelajaran
Pendekatan life skill, metode bermain, pemberian tugas, tanya jawab

D. Langkah-langkah Kegiatan Pembelajaran
Pertemuan pertama
1.      Guru membuka kegiatan belajar dengan menerapkan permainan “Sedang Apa”. Caranya adalah dengan menggambar sebuah jam dinding besar di papan tulis. Lalu, guru menunjuk setiap angka jam dan siswa secara bergiliran menyebutkan aktivitas yang biasa mereka lakukan pada hari Minggu sesuai angka jam yang ditunjuk. Dengan demikian, siswa memiliki pandangan tentang hal-hal yang berlangsung secara kronologis.
2.      Guru menyampaikan tujuan pembelajaran.
3.      Guru menjelaskan arti “seni rupa Nusantara” dengan peta konsep (hlm. 2).
4.      Siswa ditugasi mencari informasi dengan kata kunci “seni rupa Nusantara” di www.yahoo.com, www.wikipedia.com, www.google.com.
5.      Siswa mengumpulkan hasil pencarian informasi dari internet.
6.      Siswa dan guru mempersiapkan pertemuan selanjutnya. Guru memperingatkan siswa untuk memperkaya sumber/bahan bacaan tentang seni rupa Nusantara.

Pertemuan kedua
  1. Siswa menyiapkan hasil temuan informasi tentang seni rupa Nusantara dari berbagai sumber.
  2. Siswa bertanya-jawab dan diskusi berdasarkan hasil temuan siswa dari internet dan mencermati pembagian sejarah seni rupa Nusantara yang ada di buku teks (hlm. 3–18), kemudian mencatat hasil diskusi.
  3. Siswa mengumpulkan hasil diskusi.

Pertemuan ketiga
  1. Siswa berkumpul dalam kelompok untuk mendiskusikan latihan II dan III (hlm. 30—31).
  2. Siswa melengkapi tabel pada Latihan II dan III.

Pertemuan keempat
  1. Siswa secara individual mengerjakan latihan V (hlm. 31).
  2. Siswa mengumpulkan tugas.

Pertemuan kelima
  1. Siswa secara individual mengerjakan latihan VII (hlm. 32). Tugas ini dikumpulkan pada pertemuan berikutnya.
  2. Siswa bersama-sama melakukan refleksi materi yang telah dibahas dalam lima pertemuan terakhir.
  3. Menarik kesimpulan materi.

C.    Sumber Belajar
·         Kurikulum KTSP dan perangkatnya
·         Pedoman Khusus Pengembangan Silabus KTSP SMA X - ESIS
·         Buku sumber Seni Rupa SMA & MA kelas X – ESIS (hlm. 1–34)
·         Peta konsep
·         OHP
·         Buku-buku penunjang yang relevan
·         Internet

D.    Penilaian
  • Latihan II dan III hlm. 30—31.
Format Penilaian

Latihan
Aspek yang dinilai
Nilai Kualitatif
Nilai Kuantitatif
II
Keberagaman dan jumlah jenis karya seni yang diamati



Keakuratan jenis karya seni sesuai masanya



III
Kecermatan mengamati lingkungan rumah dan pengaruh seni yang ada di rumah



Jumlah karya seni yang diamati di rumah



Ketepatan pengamatan karya seni sesuai masanya



Profil rumah mudah dipahami



Laporan/profil menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar



Jumlah Nilai




  • Latihan V (hlm. 31).

Aspek yang dinilai
Nilai Kualitatif
Nilai Kuantitatif
Kelengkapan semua periode seni



Keakuratan jenis karya seni sesuai periodenya



Kecermatan mengamati dan mendeskripsikan ciri khusus yang umumnya ada pada setiap karya



Komentar bersifat apresiatif dan subjektif



Jumlah Nilai




  • Latihan VII (hlm. 32)

Aspek yang dinilai
Nilai Kualitatif
Nilai Kuantitatif
Kelengkapan definisi untuk tiap istilah



Kedalaman pengetahuan tentang istilah



Ketepatan definisi untuk tiap istilah



Definisi bersifat objektif



Jumlah Nilai





Kriteria Penilaian :
Kriteria Indikator
Nilai Kualitatif
Nilai Kuantitatif
80-100
Memuaskan
4
70-79
Baik
3
60-69
Cukup
2
45-59
Kurang cukup
1

Mengetahui,                                                                Tegaldlimo, ........, ....... 2010
Kepala Madrasah                                                        Guru Mata Pelajaran



Moh. Dimyanto, S.Ag                                                            Erfin Agus Setiawati



RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)

Nama Sekolah                         : MA HASYIM ASY’ARI
Mata Pelajaran                        : Seni rupa
Kelas/Semester                        : X/1
Standar Kompetensi               : 1.  Mengapresiasi karya seni rupa
Kompetensi Dasar                   : 1.2. Menampilkan sikap apresiatif terhadap keunikan gagasan dan
teknik dalam karya seni rupa terapan daerah setempat
Alokasi Waktu                        : 1 x 45 menit

A.  Tujuan Pembelajaran
Siswa mampu menjawab pertanyaan-pertanyaan tentang keunikan gagasan dan teknik dalam karya seni rupa terapan daerah setempat.

B.   Materi Pembelajaran
Keunikan gagasan dan teknik dalam karya seni rupa terapan daerah setempat.

C.  Metode Pembelajaran
Ceramah, praktik, bermain, mengerjakan latihan

D.  Langkah-langkah Kegiatan Pembelajaran
Pertemuan pertama
1.      Guru menanyakan pengalaman pribadi siswa jika mereka pernah melihat karya seni masa kini yang memiliki pengaruh budaya masa lalu, atau karya seni di Indonesia yang memiliki pengaruh budaya dari luar Indonesia.
2.      Menyampaikan tujuan pembelajaran.
3.      Guru membagi siswa dalam beberapa kelompok untuk mengunjungi museum atau pameran seni (Latihan VI dan VII hlm. 32).
4.      Siswa mengamati berbagai karya seni dan membuat portofolio secara berkelompok berupa dokumentasi dan catatan-catatan. Hasil portofolio dikumpulkan pada pertemuan selanjutnya.
5.      Guru menugaskan siswa untuk memikirkan karya seni yang akan mereka buat sendiri (seni dengan pengaruh budaya tertentu) dan membawa bahan-bahan untuk berkarya pada pertemuan selanjutnya.

Pertemuan kedua
1.      Siswa mengumpulkan portofolio yang mereka kerjakan pada pertemuan sebelumnya.
2.      Siswa membuat karya seni dengan nuansa budaya tertentu (Latihan V hlm. 31).
3.      Siswa dapat melanjutkan pekerjaannya di rumah.


Pertemuan ketiga
1.      Siswa melajutkan pengerjaan hasil karya, lalu mengumpulkan hasil karya tersebut pada akhir pelajaran.
2.      Siswa bersama-sama melakukan refleksi materi yang telah dibahas.
3.      Siswa menarik kesimpulan materi yang dipelajari dalam 3 pertemuan terakhir.

E. Sumber Belajar
  • Kurikulum KTSP dan perangkatnya
  • Pedoman Khusus Pengembangan Silabus KTSP SMA X - ESIS
  • Buku sumber  Seni Rupa SMA & MA kelas X – ESIS (hlm. 1–34)
  • Peta konsep
  • OHP
  • Buku-buku penunjang yang relevan
  • Internet

F. Penilaian
·         Latihan VI dan VII hlm. 32 (membuat portofolio berkelompok).

 

Lembar Penilaian Portofolio Kelompok

Hari/Tanggal               : …………………………………………………….
Nama Kelompok         : .................................................................................

No.
Sikap/Aspek yang dinilai
Nilai Kualitatif
Nilai Kuantitatif

Penilaian kelompok
1.
Menyelesaikan tugas kelompok dengan baik



2
Kerjasama kelompok



3
Hasil tugas



Jumlah Nilai Kelompok


Penilaian Individu siswa
1.
Terlibat dalam pengerjaan portofolio



2.
Inisiatif



Jumlah Nilai Individu



Kriteria Penilaian :
Kriteria Indikator
Nilai Kualitatif
Nilai Kuantitatif
80-100
Memuaskan
4
70-79
Baik
3
60-69
Cukup
2
45-59
Kurang cukup
1

·         Latihan V halaman 31 (membuat karya seni dengan pengaruh budaya tertentu).

Format Penilaian

Aspek yang dinilai
Nilai Kualitatif
Nilai Kuantitatif
Deskripsi
Hasil karya




Siswa memiliki hasil karya yang konkret yang orisinil
Keindahan dan kreativitas pada karya



Karya seni menimbulkan kesan estetis dalam diri penikmat karya
Kandungan unsur budaya



Karya mengandung satu unsur budaya tertentu
Hubungan dan kesesuaian antara  jenis benda dan unsur budaya



Ciri khas budaya dan benda hasil karya dapat berhubungan atau tidak / dapat sesuai atau tidak sesuai satu sama lain, tergantung apresiasi penikmat karya
Orisinalitas gagasan



Karya seni merupakan hasil buatan sendiri
Jumlah Nilai




Kriteria Penilaian :
Kriteria Indikator
Nilai Kualitatif
Nilai Kuantitatif
80-100
Memuaskan
4
70-79
Baik
3
60-69
Cukup
2
45-59
Kurang cukup
1

Jawaban Soal Latihan (halaman 19—20)
A.
  1. C
  2. A
  3. E
  4. B
  5. C
  6. E
  7. D
  8. C
  9. B
  10. A

B.
  1. - Seni rupa murni adalah seni rupa yang dibuat untuk mengekspresikan nilai budaya dan keindahan, misalnya seni lukis dan seni patung.
- Seni rupa terapan adalah seni yang selain memiliki fungsi estetis (keindahan) juga memiliki fungsi pragmatis, yaitu fungsi untuk memenuhi kebutuhan hidup manusia, misalnya seni batik dan tembikar.
  1. - Swastika: motif hias yang melambangkan energi dan keselarasan.
- Kala: kepala yang melambangkan waktu.
- Makara: makhluk sejenis buaya yang melambangkan sumber kehidupan.
  1. - Jenis yang memiliki ciri bangunan lama pra-Islam. Contohnya adalah makam di Troloyo, Jawa Timur yang dipengaruhi gaya zaman Majapahit. Misalnya terdapat pada motif tanaman dan geometris pada batu nisan yang menyerupai bentuk meander dan tumpal yang biasa terdapa pada candi, serta desain dekorarif yang menyerupai mahkota pintu gerbang candi.
- Jenis yang dipengaruhi oleh bentuk dan motif yang berasal dari luar Nusantara, misalnya dari Kambaya di Gujarat. Salah satunya adalah makam Sultan Malik As Saleh yang memiliki hiasan dan mahkota dengan motif daun dan bunga.
  1. - Kegiatan sambilan wong cilik.
- Sebagai komoditas.
- Sebagai tradisi kalangan bangsawan.
- Sebagai usaha dagang orang Cina dan Indo Belanda, dengan ragam hias dan fungsi yang diperuntukkan bagi kalangan terbatas.
- Sebagai kebutuhan seni atau desain.
  1. Hal yang melatarbelakangi keragaman budaya Nusantara adalah kehidupan sosial budaya dan letak geografis yang berbeda-beda.

Jawaban Soal Uraian (halaman 21—32)
I.
  1. a. Seni lukis
b. Seni patung
c. Seni kaligrafi
d. Seni wayang
e. Seni wastra
  1. a. Seni batik
b. Seni tembikar
c. Kerajinan
d. Makam
e. Arsitektur
  1. Bentuk seni rupa pada masa prasejarah pada umumnya berupa lukisan dinding yang ada di dalam gua. Objek lukisan dinding itu dapat berupa kepercayaan manusia masa itu tentang dunia gaib, pekerjaannya, binatang buruan, serta gambar tangan dan sosok manusia. Mereka percaya bahwa kegiatan melukis akan memancarkan kekuatan magis. Jenis ekspresi lain seni rupa zaman prasejarah adalah karya berbentuk topeng, perisai, dan patung nenek. Bentuk kesenian lainnya adalah fetisisme dan totemisme.
  2. Penggambaran tangan bisa diartikan sebagai ungkapan rasa duka atas kematian, sekaligus penghormatan terhadap arwah leluhur. Selain itu, lukisan itu juga bisa dihubungkan dengan kepercayaan mereka, bahwa cap tangan adalah milik makhluk halus yang pernah menghuni suatu daerah sebelum daerah itu dihuni manusia.
  3. Masyarakat zaman prasejarah percaya bahwa kegiatan melukis dan lukisan itu sendiri memancarkan kekuatan magis yang akan memengaruhi binatang yang akan mereka buru.
  4. - Fetisisme: kecenderungan manusia yang menganggap bahwa ada benda bertuah yang dapat dijadikan jimat dan melindungi pemakainya dari gangguan dan bahaya.
- Totemisme: kecenderungan manusia menganggap lukisan, hiasan, dan patung sebagai benda jelmaan manusia setangah binatang.
  1. Nekara merupakan benda peninggalan bersejarah yang terbuat dari logam berbentuk seperti meja bundar dan memiliki ruang di bawahnya. Pada masa lalu, benda ini berfungsi untuk mendatangkan hujan. Caranya adalah dengan memukul permukaan datar di atasnya seperti tambur atau drum.
  2. Seni rupa zaman Hindu-Buddha mulai memengaruhi seni Nusantara sejak abad pertama Masehi. Pengaruh terkuat berasal dari India, terutama karena agama Hindu. Sejak abad ke-1 hingga abad ke-13 Masehi, seni arsitektur, patung, dan lukisan berkembang pesat. Karya seni rupa lain yang berkembang pada masa ini adalah seni patung dan seni relief.
  3. a. Bunga teratai atau padma yang berarti simbol singgasana ketuhanan yang paling tinggi.
b. Swastika yang berarti motif hias yang melambangkan energi dan keselarasan.
c. Makara yang berarti makhluk sejenis buaya yang melambangkan sumber kehidupan.
d. Kinara yang berarti mahkluk setengah manusia setengah burung yang melambangkan makhluk halus (dewa) penghuni langit.
  1. - Epik Ramayana: cerita tetang kehidupan Rama.
- Mahabarata: serita kepahlawanan; kebaikan melawan kejahatan.
  1. a. Gambar di atas adalah gambar relief ramayana yang tedapat pada Candi Prambanan.
b. Relief tersebut mengandung cerita Ramayana, yaitu kisah kepahlawanan khas India yang menceritakan kehidupan Rama. Rama adalah titisan dewa Wisnu yang ke-8. Ia diutus ke dunia untuk menyelamatkan dunia dari kehancuran. Relief itu terdapat pada dinding balkon Candi Siwa dan Candi Brahma di kompleks Candi Prambanan.
  1. Perkembangan seni rupa zaman Islam terepresentasi dalam 4 jenis kesenian, yaitu seni kaligrafi, seni wayang, seni makam, dan batik. Kesenian pada masa itu tidak murni khas Islam, tetapi juga memiliki pengaruh Hindu. Misalnya terdapat pada kijing yang terbuat dari batu dan wayang yang berbentuk tokoh Ramayana, tetapi memiliki karakter ulama besar Islam.
  2. a. Seni kaligrafi. Seni jenis ini terdapat pada pintu gerbang masjid, istana, dan hiasan pada keris.kaligrafi juga dapat ditemukan pada bendera, panji-panji kerajaan Islam, dan busana.
b. Makam. Makam peninggalan seni rupa Islam pertama kali ditemukan di Aceh, kerajaan Pasai pada abad ke-13 Masehi.
c. Wayang. Wayang digunakan oleh para ulama dan wali untuk menyeberkan agama Islam
d. Batik. Batik merupakan kesenian yang khas Indonesia. Batik memiliki berbagai motif khas alam Indonesia.
  1. a. Wayang beber adalah wayang yang berupa lukisan wayang pada permukaan kertas atau kain yang lebar. Tiap lembar kain/kertas berisi 1 adegan cerita.
b. Wayang golek adalah wayang 3 dimensi yang memerankan tokoh cerita epos Hindu-Buddha atau tokoh besar agama Islam. Wayang ini terbuat dari kayu dan mengenakan pakaian terbuat dari kain.
c. Wayang kulit adalah wayang 2 dimensi dengan bahan dasar kulit dan memiliki ornamen detail dan rumit. Wayang jenis ini digunakan para penyebar agama Islam untuk berdakwah.
  1. a. Pekalongan
b. Solo
c. Bali
  1. Pada zaman Islam, kesenian berpusat di istana karena pada masa itu peran sunan dan sultan sangat dominan. Kedua golongan pemimpin tersebut bekerja sama dalam menyebarkan agama Islam dan mengembangkan karya seni.
  2. Kedudukan seni pada zaman Islam berbeda dengan zaman sebelumnya, yakni Hindu-Buddha. Pada zaman Islam, kerya seni yang menunjukkan bentuk tiruan mahkluk hidup (manusia, hewan, tumbuhan) dilarang untuk dibuat. Sebagai gantinya, seni zaman Islam banyak menggunakan bentuk-bentuk geometris. Namun, pada sisi lain, seni juga berfungsi untuk menyebarkan agama Islam. Para ulama menyebarkan ajaran Islam melalui seni yang sudah ada dan dikenal masyarakat, miasalnya wayang kulit.
  3. Pada zaman Islam, penggambaran makhluk hidup ditabukan karena ajaran agama Islam melarangnya. Sebabnya adalah untuk menghindari munculnya rasa kagum terhadap bentuk hewan dan manusia dan mengakibatkan pemujaan terhadap bentuk-bentuk tersebut. Padahal, agama Islam hanya menghendaki pemujaan terhadap Tuhan yang menciptakan makhluk hidup.
  4. Makam Raja Samudra Pasai mengandung pengaruh Islam karena nisannya berbentuk tongkat batu, berbeda dengan nisan biasanya yang menyerupai bangunan punden (pengaruh Hindu), selain itu, nisan tersebut juga mengandung tulisan Arab.
  5. a. Jenis yang memiliki ciri bangunan lama (pra-Islam).
b. Jenis makam yang dipengaruhi oleh bentuk dan motif yang berasal dari luar Nusantara.
  1. Wayang sebagai sumber nilai mengandung ajaran tentang penghormatan kepada alam, nenek moyang, dan kepada dewa-dewi. Penghormaan itu dilakukan oleh manusia sebagai representasi keinginan dasar manusia untuk berhubungan dengan kekuatan adikodrati (supranatural), kepemimpinan, dan kepahlawanan. Penghormatan itu juga dilakukan manusia sebagai bentuk hubungan manusia-Tuhan dan hubungan antarmanusia.
  2. Gambar itu merupakan gambar wayang golek yang sedang dimainkan oleh seorang dalang. Wayang itu mungkin merupakan tokoh Srikandi atau tokoh Arjuna karena digambarkan sedang menarik panah.
  3. Mitos tersebut bercerita tentang istri Pangeran Jenggala Lembu Ami Luhur. Putri dari Coromandel ini senang mengajari orang Jawa menenun, membatik, dan mewarnai kain. Sejak itu, kain batik dengan berbagai motif menjadi bagian dari identitas busana dan budaya raja.
  4. - Kegiatan sambilan wong cilik.
- Sebagai komoditas.
- Sebagai tradisi kalangan bangsawan.
- Sebagai usaha dagang orang Cina dan Indo Belanda, dengan ragam hias dan fungsi yang diperuntukkan bagi kalangan terbatas.
- Sebagai kebutuhan seni atau desain.
  1. Pengaruh kebudayaan Cina pada seni Nusantara hanya terdapat pada aspek kebendaan. Pengaruh itu masuk ke Nusantara pada tahun 250 dan 400 Masehi, yaitu ketika hubungan lalu lintas perdagangan Indonesia-Cina terjalin. Selain hubungan perdagangan, hubungan politik juga memengaruhi perkembangan budaya itu.
  2. a. Arsitektur. Arsitektur yang mendapat pengaruh budaya Cina ada pada tempat-tempat ibadah dan relief-relief candi. Di Bali, arsitektur Cina ditemukan pada pura dan istana, serta ada pula pemasangan piring-piring Cina di dinding masjid.
b. Pola wastra. Batik yang mengandung pengaruh Cina cenderung memiliki warna terang dan berwarna-warni. Perkembangan batik bernuansa Cina dipengaruhi oleh faktor lingkungan dan selera pasar.
c. Perabot atau benda-benda rumah tangga. Perabot yang memiliki pengaruh budaya Cina misalnya perabotan taman, hiasan keramik, dan pot bunga. 
  1. a. Tempat ibadah. Misalnya pada masjid Kalinyamat yang terletak di Jepara, Jawa Tenngah. Pada masjid itu terdapat pahatan batu gamping dan gambar awan yang khas Cina.
b. Relief candi, misalnya pada Candi di Jawa Timur.
c. Beberapa Istana di Bali, misalnya istana Gianyar yang mengandung unsur Cina dan budaya setempat, terutama pada atap dan pintu gerbangnya.
  1. Burung funiks merupakan burung yang sering dijadikan ragam hias oleh orang Cina. Gambar burung berbuntut panjang ini biasanya terdapat pada selendang Lokcan berbahan sutra.
  2. Batik Jawa dengan pengaruh Cina biasanya memiliki warna terang dan beraneka macam warna.
  3. - Piring: banyak piring masa kini yang bermotif swastika dan awan.
- Bantal: saat ini banyak dijual bantal yang berbentuk kotak dan silinder kecil seperti bantal khas Cina.
- Hiasan keramik dan pot bunga: kedua benda keramik itu selalu populer sepanjang masa. Bahkan, keramik dan gentong yang mahal selalu diidentikkan dengan keramik buatan Cina.
  1. Perkembangan seni dengan pengaruh dari Eropa terdapat dalam beberapa jenis, yaitu seni arsitektur, seni busana, dan perabot rumah tangga.
  2. - Seni arsitektur: misalnya terdapat pada bangunan aula dan museum.
- Seni busana: misalnya terdapat pada busana tentara kesultanan Jawa.
- Perabot rumah tangga: misalnya terdapat pada kursi sofa, gorden, dan pintu gerbang.
  1. - Perabot rumah tangga, karena orang Indonesia asli umumnya tidur di atas dipan bambu atau duduk di lantai tanah. Kini, orang Indonesia menggunakan kasur busa untuk tidur, serta kursi sofa untuk duduk.
- Pakaian, karena semua pakaian yang kita kenakan sehari-hari berupa kaus, celana panjang, jaket, dan sepatu, bukan kain dan selop.
  1. Secara umum, bangunan gedung, dinding berkapur, pintu kayu, lantai keramik, dan plafon bergaya Eropa, sedangkan atapnya bergaya Sunda.
  2. Hal tersebut bermula dari sultan yang tidak bisa menerima perbedaan besar ketika melihat tamu Belanda-nya duduk di kursi, sedangkan ia duduk di lantai. Maka, ia mulai mengganti tempat duduknya dengan kursi bergaya Eropa. Ia juga mengganti perabot rumah lainnya.
  3. Latar belakang sosial-budaya Indonesia sangat beragam. Hal itu menimbulkan keragaman seni dan budaya Indonesia secara keseluruhan. Keberagaman itu juga dipengauhi oleh waktu dan kondisi geografis Indonesia yang juga bervariasi.

II.
1.
Hindu-Buddha
1. Kursi taman terbuat dari batu yang diukir
2. Dinding pada sisi kanan kiri gerbang berhadapan seperti gapura
3. Fondasi tiang bendera atau podium yang bertingkat-tingkat seperti candi
2.
Islam
1. Masjid
2. Kaligrafi
3. Makam
3.
Cina
1. Amplop angpao
2. Barongsai
3. Baju dengan kerah bergaya Shanghai
4.
Eropa
1. Makanan, seperti roti dan keju
2. Sofa
3. Pintu gerbang berat terbuat dari besi yang berukir-ukir
III. Contoh jawaban.
Rumah saya berbentuk persegi dengan pintu utama berupa dua kayu jati berukir yang diberi pernis. Di depan pintu itu terdapat tangga yang terhubung dengan taman yang ada di depannya. Selain itu, di atas berandanya terdapat atap yang disangga dua tiang besar bergaya Eropa. Pintu gerbang rumahku juga bergaya eropa, yaitu gerbang besar yang dapat digeser, serta terbuat dari besi berukir.
(dan seterusnya)
V
No.
Periode
Hasil karya
Ciri Khusus
 Komentar

1.
Prasejarah
Lukisan dinding dalam gua
Fetisisme
Totemisme
Pola berbentuk manusia, hewan atau benda alam seperti ombak, serta hal yang berhubungan dengan pekerjaan, seperti perahu dan tombak








Komentar subjektif, sesuai pengalaman siswa
2.
Zaman Hindu-Buddha
Kuil/ candi
seni patung
seni relief
Elemen batu
bangunan bersusun tumpuk/punden berundak-undak
3.
Zaman Islam
Seni kalirafi
makam
wayang kulit
batik
Motif kaligrafi
tulisan Arab
4.
Pengaruh Cina
Ornamen arsitektur
pola wastra
benda-benda rumah tangga
Penggunaan warna merah darah dan emas
penggunaan motif swastika, megamendung, dan burung puniks berekor panjang
5.
Pengaruh Kolonial
Ornamen arsitektur
seni lukis
Tiang-tiang besar, pintu-pintu besi dan kayu yang lebar dan berat

VIII
Istilah
Definisi
swastika
Motif hias yang melambangkan energi dan keselarasan
kosmos
Dunia; alam semesta
dekorasi
Hiasan; gambar
kinara
Sejenis makhluk setengah manusia setengah burung yang merupakan makhluk penghuni langit
geometrik
Karya seni yang berhubungan dengan sudut, garis, bidang, ruang
mitos
Cerita yang berhubungan dengan dewa-dewa
ornamen
Hiasan yang dipahat pada dinding candi, bangunan, dan lain-lain
konstelasi
Kedudukan, keadaan pada suatu waktu
wastra
Tenun
ornamental
Bersifat hiasan


IX
Jawaban Soal Latihan (hlm 32—34)
  1. A
  2. B
  3. E
  4. B
  5. B
  6. B
  7. E
  8. no clue
  9. C
  10.  A


Mengetahui,                                                                      Tegaldlimo, ........, ....... 2010
Kepala Madrasah                                                             Guru Mata Pelajaran



Moh. Dimyanto, S.Ag                                                      Erfin Agus Setiawati
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)

Nama Sekolah                         : MA HASYIM ASY’ARI
Mata Pelajaran                        : Seni rupa
Kelas/Semester                        : X/1
Standar Kompetensi               : 2.  Mengekspresikan diri melalui karya seni rupa
Kompetensi Dasar                   : 2.1. Merancang dan membuat karya seni rupa terapan dengan
         memanfaatkan teknik dan corak daerah setempat
Alokasi Waktu                        : 1 x 45 menit

A.  Tujuan Pembelajaran
siswa mampu untuk:
  • membuat karya seni hias dengan memanfaatkan teknik dan corak Nusantara.
  • membuat karya seni patung dengan memanfaatkan teknik dan corak Nusantara.
  • membuat karya seni bangunan dengan memanfaatkan teknik dan corak Nusantara.
  • membuat karya seni anyaman dengan memanfaatkan teknik dan corak Nusantara.
  • membuat karya seni tembikar dengan memanfaatkan teknik dan corak Nusantara.
  • membuat karya seni ukir dengan memanfaatkan teknik dan corak Nusantara.
  • membuat karya seni sesajen dengan memanfaatkan teknik dan corak Nusantara.
  • membuat karya seni lukisan wayang dengan memanfaatkan teknik dan corak Nusantara.
  • membuat ilustrasi naskah dengan memanfaatkan teknik dan corak Nusantara.

B.   Materi Pembelajaran
  • Seni hias
  • Seni patung
  • Seni bangunan
  • Seni anyaman
  • Seni tembikar
  • Seni ukir
  • Seni sesajen
  • Lukisan wayang
  • Ilustrasi naskah

C.  Metode Pembelajaran
Ceramah, pemberian tugas penyusunan kronologi dan peta konsep.

D.  Langkah-langkah Kegiatan Pembelajaran
Pertemuan pertama
  1. Siswa membaca ulasan tentang berbagai jenis karya seni pada buku teks halaman 36—45.
  2. Siswa membuat kesimpulan tentang karya-karya seni rupa Nusantara dalam 5 kalimat singkat dan padat.
  3. Siswa mengumpulkan tugas.

Pertemuan kedua
  1. Siswa berkumpul dalam kelompok untuk mengerjakan latihan V halaman 57.
  2. Siswa mencari situs-situs tentang pusat seni yang ada di Indonesia melalui media internet.
  3. Siswa membuat kliping berdasarkan informasi yang berhasil mereka temukan


Pertemuan ketiga
  1. Siswa mengumpulkan tugas kliping yang mereka kerjakan pada pertemuan sebelumnya.
  2. Siswa mengerjakan latihan I halaman 48, nomor 1—20.

Pertemuan keempat
  1. Siswa mengumpulkan latihan yang telah mereka kerjakan pada pertemuan sebelumnya.
  2. Siswa melanjutkan mengerjakan latihan I nomor 21—41.

Pertemuan kelima
  1. Siswa mengumpulkan latihan yang telah mereka kerjakan pada pertemuan sebelumnya.
  2. Siswa mengerjakan latihan VII pada halaman 58.
  3. Guru membagi siswa dalam beberapa kelompok untuk kegiatan pertemuan selanjutnya.

Pertemuan keenam
  1. Siswa berkumpul dalam kelompok.
  2. Siswa mengunjungi pusat kerajinan dan membuat profil lengkap pusat kerajinan tersebut (latihan VI halaman 57).
  3. Guru memberi pekerjaan rumah kepada siswa, yaitu mengerjakan latihan III halaman 56 (menginventarisasi benda seni yang ada di rumah siswa).

Pertemuan ketujuh
  1. Siswa mengumpulkan dua tugas yang telah diamanatkan guru pada pertemuan sebelumnya.
  2. Siswa mengerjakan latihan halaman 58—60.
  3. Guru menugaskan siswa membawa peralatan dan perlengkapan untuk mengerjakan tugas IV pada pertemuan selanjutnya.

Pertemuan kedelapan
  1. Siswa mengerjakan tugas IV halaman 57 dengan peralatan yang mereka persiapkan.

Pertemuan kesembilan
  • Siswa melanjutkan mengerjakan tugas IV hingga selesai.
  • Siswa mengumpulkan tugas.
  • Siswa bersama-sama melakukan refleksi materi yang telah dibahas.
  • Menarik kesimpulan materi.

E.  Sumber Belajar
  • Kurikulum KTSP dan perangkatnya
  • Pedoman Khusus Pengembangan Silabus KTSP SMA X - ESIS
  • Buku sumber Seni Rupa SMA & MA kelas X – ESIS (hlm. 36—60)
  • Peta konsep
  • OHP
  • Buku-buku penunjang yang relevan
  • Internet

F.  Penilaian
·     Penilaian latihan IV
Aspek Penilaian
Nilai Kualitatif
Nilai Kuantitatif
Siswa dapat membuat karya kreatif



Siswa dapat membuat karya imajinatif



Karya memiliki bentuk rapi dan mengandung estetika



Karya memiliki fungsi tertentu



Karya memiliki nilai dan makna tertentu




·     Penilaian latihan V
Aspek penilaian
Nilai Kualitatif
Nilai Kuantitatif
Siswa mampu menemukan situs tentang pusat seni terapan



Siswa menyertakan foto hasil karya seni yang ada di pusat seni tersebut



Siswa mencantumkan nama tempat, daerah.lokasi,  



Siswa menyertakan jenis-jenis barang kesenian yag terdapat di daerah itu



Siswa menyertakan berbagai informasi penting lainnya tentang tempat itu (misalnya workshop seni yang pernah diadakan di sana, pameran terakhir, bazar, dan lain-lain)




·     Penilaian latihan VI
Aspek penilaian
Nilai Kualitatif
Nilai Kuantitatif
Siswa mampu mengungjungi satu pusat kerajinan atau studio



Profil memuat nama tempat, alamat, peta lokasi, waktu buka (hari dan jam)



Profil memuat nama pendiri dan pengelola, tanggal berdirinya, tujuan didirikan



Profil memuat jenis seni yang terdapat di dalamnya dan contoh nama-nama hasil karya (misalnya lampion, lukisan kaca)



Profil memuat foto karya seni



Profil memuat berbagai kegiatan yang pernah diadakan di tempat itu (misalnya workshop, pameran)



Profil memuat sarana penunjang apresiasi seni yang ada di tempat itu



Profil memuat informasi lain yang dapat membuat orang lain tertarik untuk datang ke tempat itu.




Kriteria Penilaian :
Kriteria Indikator
Nilai Kualitatif
Nilai Kuantitatif
80-100
Memuaskan
4
70-79
Baik
3
60-69
Cukup
2
45-59
Kurang cukup
1

Jawaban Soal Latihan (halaman 46—48)
A.
  1. A
  2. B
  3. no clue
  4. E
  5. E
  6. C
  7. A
  8. A
  9. C
  10. C

B
  1. Parholin adalah sarkofagus atau sebutan untuk peti mati di daerah Samosir, Sumatra Utara.
  2. - Jagoan (tokoh yang berhadapan).
- Playon (tokoh yang menghadap ke arah yang sama).
  1. Kaligrafi dan non-kaligrafi.
  2. Relief itu dipahat pada dinding pagar balkon Candi Siwa dan Candi Brahma dalam kompleks Candi Prambanan. Relief itu menceritakan kehidupan Rama, yaitu titisan dewa Wisnu yang kedelapan. Ia diutus untuk menyelamatkan dunia dari kehancuran.

Jawaban Soal Uraian (halaman 21—32)
I.
  1. Keragaman seni Nusantara disebabkan oleh faktor wilayah, waktu, kepercayaan, dan kehidupan sosial-budaya masyarakatnya.
  2. - seni hias
- seni patung
- seni bangunan
- seni anyaman
- seni tembikar
- seni ukir
  1. Lain tenun, damarkurung (lampion), dan hiasan kulit kayu.
  2. Damarkurung/pelita yang ditutupi tudung berbentuk kotak yang terbuat dari kertas. Biasanya, Damarkurung memiliki gambar bertema sakral dan profan. Cerita tentang idul fitri, ikan duyung, dan Rojomino merupakan contoh gambar bertema sakral.
  3. a. mikrokosmos: alam/dunia kecil ang menjadi bagian dari alam semesta.
b. makrokosmos: alam semesta yang melingkupi kita.
c. metakosmos: sesuatu yang ada di luar dunia yang kita diami.
  1. sakral: cerita tentang idul fitri, ikan duyung, dan Rojomino
profan
  1. Prinsip masyarakat Hindu-Buddha bahwa keberadaan alam semsta (baik makro, mikro, dan metakosmos) adalah suatu keutuhan, kesatuan, serta tidak terbatas ruang dan waktu.
  2. Seni patung di Nusantara memiliki berbagai fungsi yang berbeda-beda. Pada masa lalu, patung merupakan representasi dewa atau nenek moyang, disembah dan memiliki fungsi ritual. Saat ini, patung lebih banyak memiliki fungsi estetis, misalnya sebagai penghias ruangan.
  3. Sarkofagus merupakan patung yang berfungsi seperti peti mati. Fungsi sarkofagus adalah untuk menyimpan tulang belulang masyarakat Batak dari golongan ningrat. Nama lain sarkofagus di Batak adalah parholin.
  4. Patung yang berdiri sendiri (bukan bagian dari bangunan) dan patung relief (menyatu dengan bangunan).
  5. a. Surakarta, Jawa Tengah.
b. Yogyakarta, Jawa Tengah.
c. Samosir, Sumatra Utara.
d. Dayak, Kalimantan.
e. NTT.
  1. Seni bangunan yang berfungsi sebagai tempat tinggal, umumnya dulu terbuat dari material kayu. Bangunan ibadah di era Hidu-Buddha terbuat dari material batu.
  2. Patung ganesha/dewa ilmu pengetahuan dan penolah marabahaya. Terdapat pada candi Siwa. Dewa itu selalu disebut pertama kali dalam setiap upacara keagamaan.
  3. Candi merupakan replika alam karena mencakup dunia manusia dan dunia dewa. Demikianlah ajaran agama Hindu.
  4. Anyaman, awalnya memiliki fungsi untuk memenuhi kebutuhan hidup masyarakatnya (fungsi pragmatis), seperti perabot dan perkakas. Bahan untuk membuat anyaman cukup berlimpah dan mudah didapat. Oleh karena itu, masyarakat memproduksi barang anyaman untuk dijual dan menjadi barang komoditi yang bisa menambah penghasilan.
  5. - daun tal (palmyra)
- gebang (corphya)
- lalang (imperata cylindrica)
- purun
- daun kelapa muda
- rotan dan bambu
  1. - Fungsi estetis, berarti anyaman memiliki fungsi keindahan, misalnya atap bambu yang eksotis dan tas bambu yang cantik.
- Fungsi pragmatis, berarti anyaman bambu memiliki fungsi tertentu bagi aktivitas manusia, misalnya caping untuk menutup kepala dan tudung saji untuk menutup makanan.
  1. - Tasikmalaya (Jawa Barat).
- NTT.
- Lombok.
- Padang.
- Bali.
  1. (jawaban sesuai pemahaman dan pengalaman siswa)
  2. A.  Nama: tas, dompet.
Bahan: akar tanaman.
Fungsi: untuk menyimpan atau membawa sesuatu.
            B.   Nama: kotak penyimpan barang.
Bahan: kulit bambu.
                  Fungsi: untuk menyimpan berbagai macam barang.
            C.  Nama: tudung saji.
Bahan: rotan.
Fungsi: untuk menutupi makanan di atas meja dari kotoran.
  1. Tembikar di Nusantara ada sejak zaman prasejarah. Tembikar di Nusantara tertua ditemukan di desa Kalumpang, Sulawesi Selatan. Tembikar itu diperkirakan berasal dari tahun 3500—2500 SM. Berbeda pada masa-masa sebelumnya yang cenderung berfungsi sebagai peralatan hidup, pada abad ke-14 tembikar juga berfungsi sebagai celengan dan hiasan. Saat ini, fungsi dan desain tembikar dipengaruhi oleh seniman, pemerintah, wisatawan dan produsen cendera mata. Pamor tembikar menurun karena adanya perabot yang terbuat dari logam. Namun, pembuatan tembikar saat ini juga telah memanfaatkan toknologi modern.
  2. a. Galagandang, Payakumbuh, Sumatra Barat.
b. Kayu Agung, Sumatra Selatan.
c. Ciruas, Banten.
d. Kampung Ajun, Indramayu.
e. Bayat dan Kolon di Klaten, Jawa Tengah.
f. Banyumuluk, Panunjuk, dan Mastagih di Lombok.
  1. Puncak perkembangan seni tembikar di Majapahit berlangsung pada abad ke-14. Tembikar tidak hanya berfungsi sebagai peralatan hidup sehari-hari, tetapi juga sebagai celengan, relief hias bangunan, dan patung.
  2. - Kasongan: sejak 20 tahun yang lalu, ada tembikar berbentuk binatang, lalu tembikar juga memiliki fungsi dekoratif.
- Pejaten: seni tembikar berkembang karena ada teknik produksi baru dan perubahan dari teknik bakaran rendah ke teknik bakaran tinggi.
- Ciruan (Banten) dan plered (Jawa Tengah): terjadi perubahan juga karena adanya teknik produksi yang lebih modern.
  1. (jawaban relatif, sesuai pengalaman dan pemahaman siswa)
  2. Jika jenazahnya merupakan seorang pendeta, ukiran pada peti matinya berbentuk benteng. Jika jenazahnya merupakan seorang raja, ukiran pada peti matinya berbentuk singa.
  3. - Yogyakarta
- Surakarta
- Jepara
- Batak
- Minangkabau
- Toraja
- Bali
  1. Biasanya berbentuk manusia, taru, dan satwa, atau ragam hias abstrak. Biasanya, ukiran terdapat pada tembok, pintu, jendela, dan plafon.
  2. Sesajen merupakan dasar semua jenis ritual upacara adat. Sesajen bersifat instan, atau hanya berfungsi sementara, yaitu saat upacara/ritual berlangsung. Unsur/bahan sesajen berbeda-beda sesuai daerah dan kepentingannya. Sesajen di Bali berisi tepung beras, bagian tubuh hewan, kertas, daun palem, kayu bambu dan rotan. Alas sesajen biasanya daun pisang, daun kelapa, atau daun palem yang dianyam.
  3. Karena sesajen hanya berfungsi sementara, yaitu saat upacara/ritual berlangsung.
  4. Seni lukisan wayang berlaku pada wayang beber, yaitu pertunjukan wayang yang menggunakan media gambar wayang di atas kain atau kertas yang lebar. Tiap bentangan kain/kertas mengandung adegan tertentu (prompangan). Oleh karena itu, gambar merupakan unsur yang penting.
Seni lukis wayang tidak hanya berfungsi untuk dipertunjukkan, tetapi juga  berfungsi sebagai hiasan pada jenis-jenis seni lainnya. Misalnya, lukisan wayang digunakan sebagai hiasan pura di Bali.
  1. a. Prompangan: adegan dalam pertunjukan wayang beber yang direpresentasikan melalui gambar wayang pada bentangan kain/kertas.
b. Jagoan: gambar tokoh yang saling berhadapan pada pertunjukan wayang beber.
c. Playon: gambar tokoh wayang berupa sekelompok rakyat yang menghadap ke arah yang sama.
  1. Dahulu, wayang digunakan sebagai media untuk menyampaikan cerita. Saat ini, wayang juga dapat berfungsi sebagai hiasan serta motif/gaya pada jenis-jenis seni yang lain.
  2. Sekuen adalah penggalan kisah pewayangan, atau babak-babak cerita.
  3. Ilustrasi naskah merupakan gambar pada naskah tulis dengan media apa pun yang berfungsi sebagai hiasan sekaligus visualisasi kandungan isi naskah. Ilustrasi naskah muncul di nusantara sejak abad ke-8. Ilustrasi naskah tertua terdapat pada prasasti batu dan logam abad ke- 8 dan ke-16.
  4. - sebagai hiasan naskah
- sebagai visualisasi kandungan isi naskah
  1. Penting, karena ilustrasi akan memperkuat imajinasi dan pemahaman pembaca terhadap hal yang diungkapkan di dalam naskah.
  2. Seni lukisan kaca ditemukan pertama kali di Belanda pada abad ke-14. Pada abad ke-19, lukisan kaca dikapalkan dari Belanda ke Jepang melalui Batavia (Jakarta) sehingga kemudian dikenal oleh orang Indonesia. Setelah itu, seni lukisan kaca berkembang secara terbatas di kalangan istana. Sebebnya adalah harga kaca yang sangat mahal. Objek lukisan kaca terdiri atas 2 jenis, yaitu kaligrafi dan non-kaligrafi (misalnya wayang dan pemandangan alam).
  3. Karena pada saat itu harga kaca sangat mahal dan tidak terjangkau oleh rakyat biasa.
  4. - ilustrasi adegan cerita rakyat
- tokoh-tokoh wayang
- gambar masjid
- pemandangan alam
  1. - Nasrin H.
- Johar
- Astika
- Rastika
- Haryadi Suadi
- Djumelan
- Guruh
- Toto Sunu

VI Contoh Profil
Nama Galeri: Maya Gallery
Lokasi: Kemang Utara, Jakarta Selatan
Pengelola: Maya Stanley
Tanggal berdiri: 3 Juni 1996
Waktu buka: setiap hari, pukul 10 pagi hingga pukul 9 malam
Jenis barang yang dipamerkan
1.   lukisan
2.   keramik
3.   karya seni instalasi
Sarana       : ruang pameran
: ruang lelang
: ruang workshop
: kolam renang dan kafe
: lapangan parkir

VII
Istilah
Definisi
religius
Ketuhanan, keilahian
estetis
Bersifat indah
relief
Gambar timbul, misalnya gambar pahatan pada dinding candi
gerabah
Alat-alat masak yang terbuat dari tanah liat
metakosmos
Sesuatu yang ada di luar/di balik dunia yang kita diami
tembikar
Barang-barang, seperti periuk, pot bunga, dan lain-lain
artistik
bersifat/mengandung unsur seni tinggi
sajen
Sajian berupa makanan-makanan, bunga, dan benda-benda lain yang disajikan kepada dewa atau makhluk halus
simbol
Lambang, hal yang melambangkan
makrokosmos
Alam semesta yang melingkupi kita
mikrokosmos
alam/dunia kecil yang menjadi bagian dari alam semesta
Wayang beber
Wayang yang media pentasnya berupa lukisan wayang pada kain/kertas lebar yang dibentangkan ketika pentas/ketika dalang bercerita
visualisai
Penggambaran
lampion
Pelita yang ditutupi tudung berbentuk bulat/kotak yang terbuat dari kertas
ekspresi
Ungkapan perasaan (jiwa)

VIII
Jawaban Soal Latihan (hlm 58—60)
  1. E
  2. B
  3. E
  4. B
  5. E
  6. A
  7. A
  8. B
  9. B
  10.  B


Mengetahui,                                                                      Tegaldlimo, ........, ....... 2010
Kepala Madrasah                                                              Guru Mata Pelajaran



Moh. Dimyanto, S.Ag                                                      Erfin Agus Setiawati
NIP:150 259 976